Alasan Yusril Masuk Tim Pakar Debat Capres Jokowi

0
209
Debat Capres
Baca berita soal Debat Capres 2019 hanya di kumparan.com

Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra mengonfirmasi klaim Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf yang menyebut namanya masuk dalam tim pakar paslon 01 jelang debat capres dan cawapres di Pilpres 2019.

Untuk debat capres nanti, Yusril menjelaskan bahwa posisinya dalam tim pakar tak terlepas dari jabatannya sebagai penasihat hukum paslon petahana itu.

“Oleh karena paslon Jokowi-Ma’ruf Amin akan mengikuti acara debat calon di bidang hukum dan HAM, maka tentu dimintakan masukan dari saya,” kata Yusril melalui pesan singkat, Rabu (16/1).

Menurutnya, sebagai penasihat hukum, maka menjadi kewajibannya memberikan masukan, analisis dan pertimbangan hukum kepada paslon 01 dalam debat capres.

“Bisa saja, tidak ada salahnya,” kata dia.

Yusril menambahkan, apa yang menjadi masukannya nanti secara garis besar berkaitan dengan apa yang sudah dilakukan Jokowi selama menjalankan roda pemerintahan, dan evaluasi terhadap kekuatan dan kelemahannya.

“Serta program penegakan hukum dan HAM untuk lima tahun ke depan,” ujar dia.

Terpisah, Sekretaris Jenderal (Sekjen) PBB, Afriansyah Ferry Noor mengatakan keberadaan sang ketua umum di tim pakar debat telah diberitahukan Yusril kepada pengurus partai.

“Iya betul, Pak Yusril istilahnya menjadi mentor debat untuk pasangan Jokowi-Ma’ruf,” kata Afriansyah kepada CNNIndonesia.com melalui sambungan telepon, Rabu (16/1).

Menurutnya, tawaran Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf meminang Yusril tak terlepas dari intensnya komunikasi kedua belah pihak.

“Dan satu hal, Pak Yusril berpandangan bahwa Jokowi masih mau mendengar saran, masukan, dan pandangan-pandangannya. Berbeda dengan kubu sebelah,” kata Afriansyah menegaskan.

Debat perdana yang mengangkat tema hukum dan HAM, kata Afriansyah, juga menjadi pertimbangan TKN menggunakan jasa Yusril sebagai mentor debat. Diketahui, pakar hukum tata negara itu pernah mengisi jabatan menteri hukum dan HAM di dua era: Gus Dur dan Megawati.

“Tapi saya belum dapat memastikan, apakah mentor debat ini hanya cukup pada debat perdana atau seterusnya. Saya rasa ini bergantung kebutuhan TKN,” kata dia.

Afriansyah mengakui sejak keputusan Yusril menjadi kuasa hukum, hingga saat ini menjadi mentor debat Jokowi-Ma’ruf, gejolak tetap hadir di tubuh partai. Namun Afriansyah menegaskan, keputusan akhir haluan politik PBB untuk Pilpres akan diambil pada Rakornas PBB nanti.

“Akhir Januari ini,” tegasnya.

Download aplikasi kumparan di App Store atau di Play Store untuk dapatkan berita terkini dan terlengkap seputar news.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here