Anies Baswedan Cecar SKPD Pemprov DKI Terkait Anggaran 2020

0
21
Anies Baswedan terlengkap di kumparan.com
Anies Baswedan terlengkap di kumparan.com

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mencecar SKPD Pemprov DKI Jakarta terkait rancangan anggaran. Hal ini terunggah dalam sebuah video oleh Dinas Komunikasi dan Informasi di laman Youtube Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Video tersebut diambil pada 23 Oktober 2019 saat Anies memberikan arahan terkait Kebijakan Umum APBD Plafon Prioritas Anggaran Sementara (KUA-PPAS) dan RAPBD Tahun Anggaran 2020. Yang dimana Anies banyak terheran-heran dengan besaran anggarannya.

Beberapa di antaranya adalah anggaran kerta, tinta dan alat tulis kantor yang menyentuh angka ratusan miliar rupiah. Ia mengeluh dengan anggaran tersebut sama saja Pemprov DKI menyumbangkan anggarannya kepada pabrik pembuah alat tulis setiap tahunnya.
“Beli kertas Rp213 miliar, tinta printer Rp400 miliar, What’s going on bapak ibu? Apa yang sedang terjadi ini?” kata Anies dalam video tersebut.
“Kalau stabilo segala macam Ini dahsyat. Kita nyumbang ke pabrik stabilo boss Rp3,7 miliar, laser pointer Rp5,9 miliar, penghapus Rp31 M dan kalkulator. Memang kita enggak punya kalkulator?” ujar Anies.

 

Ia menegaskan jika untuk keperluan alat kantor sebaiknya pegawai Pemprov DKI untuk membawa alat tulis kantornya.

“Itu kebutuhan alat tulis bring your self tidak ada alat tulis disiapkan oleh [kantor]. Itu dikerjakan sendiri. Itu kebutuhan orang pekerja bukan?” sindir Anies Baswedan.

Selain anggaran tersebut, Anies Bawedan juga mengupas anggaran Alat Tulis Kantor (ATK) di salah satu instansi yang meningkat drastis. Pada 2019 anggaran ATK adalah sebesar Rp349 miliar, yang kemudian melejit menjadi triliunan rupiah pada 2020.

“Belanja alat tulis tahun ini Rp349 miliar, tahun depan Rp1,6 triliun abrakadabra. Bagaimana kita menjelaskannya bapak ibu sekalian? Ini namanya self humiliation. Mempermalukan diri sendiri,” ujar Anies.

Ia akhirnya mengajak jajarannya untuk menghentikan kebiasaan menaikkan anggaran tersebut. Mantan Mendikbud itu pun mengaku sudah menduga penaikan anggaran tersebut akan menjadi bahan pembicaraan di media massa.

“Kita saja kalau anak kita tanya bu pak, apa tuh yang ditulis di koran? Bisa jawab tidak? Enggak bisa. Ini baru di ruangan. Stop doing this. Berhenti mengerjakan ini,” kata Anies Baswedan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here