Bagaimanakah Makanan Padat Terbaik untuk MPASI?

0
20
MPASI
MPASI terlengkap di kumparan.com

Bubur bayi selalu menjadi pilihan utama untuk mulai mengenalkan bayi pada makanan padat pendamping ASI (MPASI). Akan tetapi, tidak ada bukti medis yang menunjukkan bahwa mengenalkan makanan padat dengan urutan jenis makan tertentu akan memberikan manfaat khusus bagi bayi Anda. Walaupun banyak dokter anak yang merekomendasikan untuk mengenalkan sayuran dulu sebelum buah-buahan, tidak ada penelitian yang dapat mendukung teori bahwa si kecil akan sulit makan sayur atau alergi sayur jika Anda memulai perkenalan pertama dengan buah.

Bayi umumnya menyukai bubur. Anda dapat mencampur bubuk sereal bayi siap pakai, atau menggunakan bahan-bahan alami yang dicampur dengan ASI, susu formula atau air. Sereal siap pakai lebih mudah untuk disiapkan, namun bubur bayi yang dibuat dari bahan-bahan segar akan lebih kaya zat besi, dan tingkat kekentalannya bisa Anda sesuaikan dengan minat bayi Anda.

Cara manapun yang Anda gunakan, pastikan bahan-bahan yang terkandung aman untuk konsumsi bayi. Dengan begitu, nutrisi yang akan didapat oleh buah hati Anda akan sesuai dengan kebutuhan gizi anak seumurnya, tanpa tambahan pengawet dan zat buatan lainnya.

Jika anak Anda lebih sering menyusu, nutrisi dapat diperoleh dari daging yang ditumbuk halus, kaya akan zat besi dan zinc. Mineral ini mudah diserap tubuh dan diperlukan untuk bayi berusia 6 bulan.

Pilihan yang paling sehat selain ASI atau susu formula adalah air mineral. Badan Pediatrik Amerika menyarankan untuk tidak memberikan jus buah kepada bayi berusia kurang dari 6 bulan, karena nutrisi kompleks yang terkandung dalam jus buah belum dibutuhkan untuk bayi dalam kelompok usia ini. Setelah 6 bulan, bayi boleh diberikan jus sebagai selingan, tetapi nutrisinya tidak akan sebanding dengan buah-buahan segar. Jus tidak boleh diberikan pada bayi untuk menangani dehidrasi atau diare. Rutin memberikan jus buah untuk bayi Anda akan membentuk kebiasaan minum minuman manis dan berisiko kelebihan berat badan.

Jika anak Anda terlihat haus, berikan ASI atau, setelah 6 bulan, berikan air putih dalam porsi kecil. Membiasakan anak minum air putih akan membentuk kebiasaan baik selama masa pertumbuhan. Berikan air putih lebih sering dari biasanya saat cuaca panas, karena anak Anda akan cepat kehilangan cairan tubuh lewat keringat. Jika air putih kemasan Anda diperkaya oleh fluorida, hal ini dapat membantu mencegah pembusukan gigi di masa depan

Perlukah memberi suplemen makanan?

Walaupun pemberian ASI eksklusif sangat dianjurkan hingga 1 tahun awal pertumbuhan anak, kandungan vitamin D dalam ASI tidak mencukupi untuk dapat mencegah bayi Anda dari defisiensi vitamin D yang berisiko mengakibatkan berbagai macam penyakit, seperti rickets (pelunakan tulang akibat rendahnya kadar vitamin D dalam tubuh). Sinar matahari akan menstimulasi tubuh untuk memproduksi vitamin D, namun anak Anda tetap harus dilindungi oleh sunblock, topi, dan pakaian yang sesuai saat mereka berada di luar ruangan. Hal ini akan mengurangi produktivitas tubuh dalam menghasilkan vitamin D.

Badan Pediatrik Amerika menyarankan untuk memberikan suplemen vitamin D untuk bayi di samping pemberian ASI eksklusif atau susu formula, segera setelah melahirkan. Pemberian suplemen vitamin D berdosis 400 IU (mengandung kombinasi multivitamin atau vitamin yang mengandung vitamin A, C, dan D, atau vitamin D saja) per hari sangat direkomendasikan. Diskusikan dengan dokter Anda seputar jumlah pasti asupan vitamin D yang dibutuhkan oleh bayi Anda.

Pada empat hingga enam bulan pertama masa tumbuh kembang bayi, bayi dengan ASI eksklusif tidak memerlukan tambahan asupan zat besi. Zat besi dalam tubuh yang ada sejak ia lahir akan mencukupi kebutuhan zat besi harian si kecil di pertumbuhan awalnya. Namun seiring waktu, persediaan dalam tubuhnya akan terus berkurang sementara kebutuhan akan zat besi semakin meningkat.

Jika selama masa kehamilan Anda timbul komplikasi, seperti diabetes, atau saat proses kelahiran bayi Anda tergolong kurang berat badannya, atau ukuran janin saat usia kehamilan tergolong kecil, mungkin akan dibutuhkan supelemen zat besi tambahan. Diskusikan dengan dokter Anda mengenai hal ini. Badan pediatrik Amerika meyakini bahwa bayi yang tidak diberikan ASI eksklusif harus mengonsumsi susus formula yang khusus diperkaya zat besi mulai dari pasca kelahiran sampai 12 bulan selanjutnya.

Kami tidak menyarankan penggunaan susu formula rendah zat besi karena produk-produk ini tidak mengandung zat besi yang cukup untuk mendukung masa tumbuh kembang anak. Namun demikian, saat Anda mulai mengenalkan MPASI, bayi Anda akan mendapat tambahan asupan zat besi dari daging, sereal kaya zat besi, dan sayuran hijau. Contohnya, 4 sendok makan sereal yang dihaluskan dengan ASI atau susu formula adalah sumber zat besi yang baik, dan daging adalah alternatif pilihan sumber makanan kaya zat besi.

Download aplikasi kumparan di App Store atau di Play Store untuk dapatkan berita terkini dan terlengkap  JokowiPrabowo Subiant, Sandiaga Uno, Ma’ruf Amin, Pilpres 2019, harga emas, lowongan kerja, tiket pesawat, Bawaslu, Ratna Sarumpaet, SBY, Anies Baswedan, Ridwan Kamil, KPK, Jusuf Kalla, Wiranto, Mahkamah Konstitusi, Mahkamah Agung, Kemenlu, Kemenhub, Luhut Panjaitan , Susi Pudjiastuti, Raffi Ahmad, Nagita Slavina, Ayu Ting Ting, Luna Maya, Syahrini, Berita IndonesiaAnakBayiIHSGResep MasakanReview MakananKemenkeuSri MulyaniKemenhubKominfoCPNSPertaminaDolar ASTiket PesawatOJKPNSRupiahIbu HamilASIMPASISusu FormulaLiga SpanyolMahfud MDKivlan ZenWuling

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here