Minim Pemain Anyar, Lampard Tetap Siap Hadapi Liga Champions

0
25
Liga Champions terlengkap di www.kumparan.com
Liga Champions terlengkap di www.kumparan.com

Seiring mendekatnya jadwal Liga Champions 2019/2020, Chelsea pun mulai mempersiapkan diri. Namun, hingga kini The Blues masih harus menghadapi sejumlah masalah yang terbawa dari musim panas lalu.

Permasalahan Chelsea pertama adalah kepergian Eden Hazard. Pemain yang tampil konsisten dalam beberapa tahun terakhir akhirnya memilih angkat kaki dari Stamford Bridge guna bergabung dengan Real Madrid.

Sialnya, klub berjuluk the Blues tersebut tak bisa mencari pengganti Hazard. Pasalnya, beberapa bulan lalu, FIFA menjatuhkan hukuman larangan transfer akibat aktivitas terlarang yang dilakukan Chelsea dalam merekrut pemain muda.

Situasi semakin sulit setelah dalang keberhasilan Chelsea menjuarai Liga Europa, Maurizio Sarri, memutuskan kembali ke Italia. Sehingga Lampard pun mau tak mau harus menghadapi beban berat dengan materi pemain pas-pasan.

Namun itu bukan halangan bagi sang pelatih, Frank Lampard, untuk memandang masa depan di ajang Liga Champions dengan optimis.

Dengan kekuatan yang didominasi pemain muda seperti Mason Mount dan Tammy Abraham, Lampard harus berjuang keras untuk memenuhi harapan fans. Setidaknya, Chelsea bisa bertahan lama di Liga Champions.

Namun tak sedikitpun keraguan terpancar dari perkataan Lampard saat bertemu awak media belum lama ini. Malah sebaliknya, pria berumur 41 tahun tersebut menganggap kesulitan itu sebagai tantangan yang harus dilangkahi.

“Ini adalah tantangan besar bagi kami sebagai tim,” tutur Lampard dikutip dari Goal International. “Kami tahu itu dengan kesulitan larangan dan di mana kami sekarang. Namun itu tak bisa menjauhkan kami dari tantangan besar yaitu mencoba bermain baik [di Liga Champions],” lanjutnya.

Lampard pun cukup yakin bahwa Chelsea, sebagai perwakilan dari tim Inggris, bakalan menorehkan hasil apik di Liga Champions musim ini. Ia berkaca pada musim sebelumnya, dimana klub-klub Inggris sukses merajai laga final Liga Champions dan Liga Europa sekaligus.

“Saya pikir klub Premier League sangatlah kuat, dan itu terlihat jelas saat anda memiliki dua tim [seperti Man City dan Liverpool]. Manchester City sudah sangat jelas merupakan sebuah tim besar di dunia sepak bola,” tambahnya.

“Saya pikir tim Inggris sedang kuat pada saat ini dan saya harap itu terus berlanjut, karena saya pikir bagus bagi kami yang berada di Inggris serta Premier League,” tandasnya.

Sementara itu, modal mereka menuju Liga Champions tak begitu bagus. Perjalanan Chelsea di Premier League sendiri tidak berjalan mulus. Namun perlahan, hasil yang mereka dapatkan mengalami peningkatan. Dimulai dari kekalahan atas Manchester United hingga kemenangan dari Norwich City akhir pekan lalu.

Berita TerkiniJokowiPolriPolda Metro JayaTNIKebakaranKecelakaan Lalu LintasPembunuhanPemerkosaanPerampokanPenganiayaanBegalPelecehan SeksualKekerasan AnakGempaGanjil GenapAnies BaswedanJakartaTolPilkada Serentak 2020Ridwan KamilEdy RahmayadiGanjar PranowoKhofifah Indar ParawansaGempa BumiWisataPilkadaPilwakotPilkada 2020Pilpres 2024Kabinet Jokowi Jilid IIMunas GolkarAmandemen UUD 1945Pemilu AS 2020BrexitKPKOTT KPKAntam NovambarSetya NovantoCPNSPertaminaDolar ASRupiahLowongan KerjaHarga EmasSusi PudjiastutiSEA Games 2019Liga InggrisLiga ItaliaLiga EuropaLiga ChampionsPSSICristiano RonaldoMohamed SalahLiga 1Timnas IndonesiaMotoGPValentino RossiMarc MarquezPersib Bandung

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here